Tafsir Surat An Nahl Ayat 97

Wednesday, January 2nd 2019. | Tafsir

Penulis Al-Ustadz Muhammad Rifqi

إِنَّ الْحَمْد للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمْنْ يَضْلُلُ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدُهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya memohon pertolongan pada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya, kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa-jiwa kita dan dari kejelekan amalan-amalan kita, barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang di sesatkannya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam“.( QS. Ali Imran : 102 ).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan Kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah. kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminla satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian“. ( QS. An Nisa : 1 )

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar“.( QS. Al Ahzab : 70 ).

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهُ تَعَالَى، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَة،ٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Amma ba’du :
Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah ucapan Allah ta’ala, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu alahi wa sallam, sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap yang di ada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
Allah Jalla Dzikruhu berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh —baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik: dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan“.( QS. An Nahl : 97 ).

Penjelasan Makna ayat An-Nahl 97:

Ayat yang mulia ini merupakan bentuk janji dari Allah tabaraka wata’ala bagi siapa saja yang beramal sholeh baik dari kalangan laki-laki atau perempuan dari kalangan bani âdam, sedang hatinya dalam keadaan beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan amal yang ia kerjakan diperintahkan serta di syareatkan dari sisi Allah tabaraka wata’ala, maka Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia ini dan akan diberikan balasan kepadanya dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah ia kerjakan di negeri akhirat. Firman Allah tabaraka wa ta’ala :

فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَة
( “kehidupan yang baik” )

Beberapa penafsiran para ahli tafsir dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama salaf tentang makna kehidupan yang baik, sebagai berikut :

  1. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata; yang dimaksud ialah : Rizqi yang halal dan baik.
  2. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu beliau menafsirkan dengan; Qona’ah ( merasa cukup dari apa yang diberikan oleh Allah ta’ala ). Demikian yang telah di katakan oleh ibnu Abbas, Ikrimah dan Wahb bin Munabbih.
  3. Dan telah berkata Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah kebahagiaan.
  4. Dan telah berkata al Hasan, Mujahid dan Qotadah : Tiada suatu kehidupanpun yang dapat menyenangkan seseorang kecuali kehidupan di surga.
  5. Dan telah berkata Adh Dhahhak rahimahullahu ta’ala : yang dimaksud adalah rizqi yang halal dan ibadah di dunia, dan beliau juga berkata : mengamalkan ketaatan, dan hati terasa lapang dalam mengerjakannya.
    Maka, dari apa yang telah dikatakan yang dimaksud dengan ” kehidupan yang baik” adalah : mencakup segala apa yang telah mereka katakan.
  6. Telah datang dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sungguh beruntung seorang yang telah mendapat petunjuk masuk islam, di beri rizqi lalu ia merasa cukup dengannya, lalu Allah memberikan sifat qona’ah ( merasa cukup dan ridha dari apa yang diberikan Allah kepadanya.)”. (HR. Muslim dalam kitab Zakat, bab (باب الكفاف والقناعة ); hadits dengan no : 1054. At Tirmidzi dalam kitabuz Zuhud no 2348, Ibnu Mâjah dalam kitabuz Zuhud no 4138.

Faidah dari kandungan ayat An-Nahl 97:

  • Iman kepada Allah merupakan syarat sah dan diterimanya sebuah amal shalih, bahkan tidak di namakan amal shaleh kecuali dengan iman.
  • Terkandung di dalamnya syarat-syarat di terimanya amal shaleh, yaitu : Ikhlash dan Mutab’ah ( mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ).
  • Balasan kebaikan dan pahala diberikan di dunia dan akhirat bagi siapa saja yang beramal shaleh.
  • Dorongan untuk selalu berbuat kebaikan, sebab balasannya disegerakan oleh Allah subhanahu wata’ala.
  • Terkandung di dalamnya keimanan kepada hari akhir.

 

Referensi :

  • Al-Qur’ânul Karîm
  • Tafsîr ibnu Katsîr
  • Tafsîr al Qurthubi
  • Tafsîr at Thabari
  • Taisîr karîmurahmân fî Tafsîr Kalâmil Mannân Syekh ‘Abdurrahman bin Nâshir as Sa’di rahimahullahu ta’ala
  • Shahih Muslim
tags: , , , ,