Hak Muslim Terhadap Muslim Lainnya Bag. 1

Thursday, November 15th 2018. | Adab dan Akhlaq

hak muslim terhadap muslim lainnyaPenulis : Al -Ustadz Malik Ashari Hafidzahullah

Bismillah …
Pada kesempatan kali ini kami akan mengangkat satu permasalahan berkaitan tentang hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya. Karena betapa pentingnya masalah ini hingga disebutkan dalam sebuah hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara marfu’ :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam : 1. Apabila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam kepadanya, 2. Jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, 3. Jika dia meminta nasehat maka nasihatilah, 4. Jika dia bersin kemudian dia memuji Alloh dan (mengucapkan “alhamdulillah”) maka do’akanlah (yarhamukallah), 5. Jika dia sakit maka jenguklah, dan 6. Jika dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR.Muslim no.3162)

1. Hak Pertama :
Pembaca yang semoga dimuliakan Allah maka pada kesempatan kali ini kami akan membahas hak yang pertama dari hak yang harus dipenuhi oleh seorang muslim terhadap muslim yang lainnya.
Perlu diketahui didalam hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ( haqun) maknanya adalah satu perkara yang tidak pantas ditinggalkan, dan menunaikannya bisa jadi hukumnya menjadi wajib atau sunnah muakadah (hampir menyamai wajib dan tidak boleh ditingalkan).
Dalam perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (apabila engkau berjumpa dengannya ucapkan lah salam), salam sendiri memiliki 2 makna :

  1. Bahwasannya salam termasuk nama dari nama-nama Alloh yang indah yaitu Alloh adalah dzat yang maha selamat dan menyelamatkan dari kekurangan.
  2. Bahwasannya sallam juga bermakna do’a keselamatan.

Lihat Tashil Afham (6/153)

Hukum memulai salam
Memulai salam hukumnya sunnah muakkadah (ditekankan) berdasarkan kesepakatan para ulama sebagaimana yang dikatakan Imam Al Qurtubi (3/225)
Adapun menjawab salam maka hukumnya wajib berdasarkan pendapat yang paling benar. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
“Apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu, dengan yang sepadan” (QS. An Nisa : 86)

Kalimat (fahayyu) pada ayat diatas adalah kata perintah. Dan secara kaidah usul perintah adalah wajib.

Apakah menjawab salam fardu kifayah atau fardu a’in?

Maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.
Adapun pendapat yang benar jika yang diberi salam sekelompok orang maka hukumnya fardhu kifayah, sedangkan jika yang diberi salam perorangan maka fardu a’in.
Hal ini berdasarkan sebuah hadist dari jalan sahabat Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu riwayat Abu Daud no.5210 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Cukup bagi sekumpulan manusia apabila mereka melewati sekumpulan orang yang sedang duduk hendaknya salah satu dari mereka mengucapkan salam. Dan cukup salah satu dari mereka menjawab salam.” Hadist ini dishohihkan Syaikh Al Albaniy dalam Asshohihah no.1648.

Keutamaan-keutamaan mengucapkan salam :

  1. Sebuah hadist dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Imam Tirmidzi no 3688 secara marfu,”Dan demi dzat yang jiwaku ada di tangannya , tidaklah kalian masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, maukah kutunjukan pada kalian jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam diantara kalian.”
  2. Sebuah hadist dari jalan sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,” Bahwasanya seorang laki-laki melewati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu beliau sedang duduk pada sebuah majlis, kemudian laki-laki itu berkata ‘ assalamu alaikum’ maka rasulullah berkata 10 kebaikan,” kemudian lewatlah laki-laki yang lain, lalu berkata,’assalamu alaikum wa rahmatulloh.’ Kemudian rasullulloh berkata ,’20 kebaikan,’ kemudian lewatlah laki-laki yang lain sambil berkata ,’assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh.’ Maka rasullulloh berkata,’ 30 kebaikan.” (HR. Bukhori dalam kitab Adabul Mufrod (1/3452).

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah maka hendaknya kita bersemangat mengamalkannya di karenakan perkara ini adalah satu perkara yang menjadi hak bagi setiap muslim dan muslim lainnya yang harus kita tunaikan. Dan semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk mengamalkan ilmu yang kita dapatkan .

*Rujukan kitab syarah hadist Hak Seorang Muslim Terhadap Muslim yang Lain penulis Al Ustadz Kholiful Hadi.

tags: , , ,